Mungkin sampai sekarang belon ada buku yang bercerita tentang sejarah kangean, saya sendiri masih penasaran nama kangean itu berasal dari mana, di sekolah-sekolah pun belon ada pelajaran muatan lokal tentang sejarah kangean. tapi kemarin saya mendengar sedikit cerita tentang kangean meski kebenarannya belum di teliti:
menurut cerita dahulu kala di kangean dan daerah-daerah sekitarnya itu adalah tempat para perompak, bajak laut dan preman-preman. karena para penjahat ini sering mengganggu para pedagang dan pelaut dari kerajaan sumenep, maka pangeran Ariya Jasa mengirimkan pasukan ke kangean untuk menumpas para penjahat itu, setelah mengalami kesuksesan (menang) maka didirikanlah pusat pemerintahan di kangean dan diberi nama Arjasa yang sekarang menjadi kecamatan di kangean. sedikit informasi saat penggalian untuk brangkas Bank Jatim di kangean banyak ditemukan batu-batu peninggalan tempo dulu, menurut cerita bahwa di tempat Bank Jatim kangean sekarang berdiri adalah tempat kandang kuda dari pasukan pangeran Ariya Jasa.
demikian sedikit cerita tentang kangean, jika ada yang bisa bercerita lebih banyak mohon bantuannya agar generasi muda tau sejarah kangean.

aku paling suka sama paesna bu’-bu’,,,,,,,dan moga-moga makanan has kangean ini tidak akan pernah punah…………..hidup pasna bu’-bu’. kangean getar. abit ta’ atemmu ka oreng kangean kawan.
ajelanan geng mon tero atemua.. kon sekali-sekali mabede festifal makanan tradisional di kangean, mek mamma deddina
bHeeee ma’ ribut2 tentang kangean kuuuuuuuuuu?????
apa beeeee???????????//////
emang bs ketemu orang kangean dmn????????
paesna bu’-bu’ emang makanan traditional yg ajib!!!
tpi sekarang2 ini ko agak berkurang ya orang yg bikin paesna bu’-bu’,,,
yah,,,smoga ajah makanan khas kita ini ga punah,,,
menurut cerita dari obek aku gini, dengerin ya…!
karena dahulu sebelum berpenghuni di kepaulauan kangean itu sering dijadikan tempat aksi kejahatan oleh para bajak laut. dikarenakan penjahat ini sangat mengganggu pelayaran di daerah tersebut maka diutuslah para petinggi kerajaan yang utusan tersebut di ambil dari lima kerajaan, diantaranya dari utusan kerajaan madura sendiri, utusan kerajaan majapahit (Jawa), utusan kerajaan sulawesi, utsan kerajaan kalimantan, dan utusan dari kerjaan sumatra. diantara yang lima ada yang dari keturunan kiai. makanya bahasa yang di gunakan dikangean itu mirip dengan bahasa kelima daerah itu, meskipun sebenarnya kangean itu masih termasuk madura. tempat yang dipilih oleh kelima utusan untuk dijadikan tempat tinggal yaitu desa yang sekarang bernama desa arjasa kampung kettep tepatnya….dikediaman KH. NURUL HUDA ADHIM sekarang yang dijadikan pondok pesantren alhidayah. Disanalah kelima utusan tersebut bermukim. beberapa tahun kemudian berkembanglah keturunan mereka, dimana para keturunannya ada yang tinggal di berakna dhelem dan di dhejena masjid jamik. dsb. nama dari desa arjasa sendiri di ambil dari keturunan para ARJE yaitu ketrunan kiai raje dan kampung kettep sendiri diambil dari sifatnya orang-orang disitu yang selalu tarteb.
Moncakna mak toa molae lambek oreng kangean rea royal2 sampek kene ka kompoi2na.
KON MON BEDE CEWEK KANGEAN MAK AKENNALAN, APANA POLEK CEWEK CELLONG TERRO EKAGEBEYA BEKALAN HEHEHEHEH email ka ( har_922@yahoo.co.uk)
bede cwok hangkeng celong berak.SUMBA
MENURUT EMBAH-EMAH SAYA KANGEAN ITU BERASAL DARI DESA KANGAYAN YANG PRTAMA KALI ORANG SUMENEP KEKANGEAN ITU MELALUI SUNGAI SEMUNGET DAN SUNGAI ITU MUNGKIN TERPANJANG DIPULAU KANGEAN KALAU SAYA TERUSURI DISINILAH BELIAW-BELIAW TINGGAL KEMUDIN BELIAW MELAKUAKAN PERJALAN KE ARJASA DAN DIA LEBIH KERASAN MUNGKIN KARNA SRTAEGIS ATAU DITENGAH2 KEPULAWAN KANGEAN
mamma geng kaberena kabbi?
klirlah permasalanna rea, ben mamma madingna rea
jek perogram tok mari kita berjuang untuk kepulawan kita oke
(opsisi orang gila)
iya memang pastel bu’-bu’ rea nyaman
TPE kEnI jarAnG nGakan PoLana ………?????
ORENG kAngean , , , , ,,,
mamma Kpl na maK DumiK,,,,,,,
mara mak unjuk rasa aka apama raenta
kapalna soro ObEI, , ,, , ,,
setuju ,,,,,,,,,
HrUZ SEtujU CZ DemI kEBAikan beRSama……
Ok Ok oK Ok Ok….
^ _ ^
menrut aq kangean rea sangat2 makmur dan pulaw paling kaya akan trdisi jd rugi klo ga’ cb dtg ….
keta,,,,,,, paleng seneng mun bede kokocoran. polana tadek di daerah laennnn,
Pembaca yang budiman, ada yang pernah dengar saksian dari kakek/nenek tentang masa perang II di Kangean dan di perairan sekitarnya ? Misalnya tentang
- 4 Februari 1942 : pertempuran di laut Jepang lawan Amerika & sekutu
- 29 Nopember 1943 : pembunuhan masal tahanan perang oleh tentara Jepang, setelah kapal yang memuat tahanan tsb terkena torpedo
- Kegiatan dan perilaku tentara Jepang di daratan Kangean ?
- Adakah kerja paksa ? Pemberian wajib pangan / ikan kepada tentara Jepang ?
- Kegiatan dan perilaku tentara sekutu di daratan Kangean ?
Dari Philippe, yang sedang menyusun makalah ttg sejarah kepulauan Kangean.
philippe.grange(at)univ-lr.fr
terima kasih
Hi Phillippe,
Saya Ekna mhs Phd (antropologi) UGM juga sedang penelitian untuk disertasi tentang Kampung Kangean. Mari kita diskusi tentang Kepulauan Kangean by email. Kalo boleh minta alamat emailnya. Terimakasih.
Mbak Ekna Satriyati, alamat e-mail saya adalah pgrange@univ-lr.fr
Salam
Philippe Grangé
Université de La Rochelle, France
hai….paraben2 kangean…mammala kaberna…..akenalan oiy…….081277028667 jek sampek loppa yok di call………….
kangean kangen…………..
hai org kngean se bede e malaysia ,mara ma akerja ben samsuri dari gelaman..tmpt krj d bkit bntg no hp 0169931440 /email samsuri1983@hotmail.com
Menurut alur cerita sejarah kangean itu adalah pulau yang tak berpenguni, ahirnya sama penjajah di jadikan tempat buangan para tawanan2 sehingga kan bisa kita liat sekarang dengan berbagai macam suku adat campur jadi satu di kangean, coba aja antara orang kalisangka dengan orang duko dengan orang sambakati beda dalam logat dan penyebutan sesuatu. nah dari itu lah para teman2 kangean budaya2 yang ada perlu kita lestarikan contoh: lodrok, kokocoran, mancak, lombe, dll kalau ngak kita siapa lagi. jangan2 lupa teman taretan pade kangeanna kalau anda pas ada di BANDARA INTERNASIONAL JUANDA mampir ke rumah kami. terims samidumma juanda/kangean_agen_multi_sukses_juanda/081 252 25 880
kalo discuss about kangean nie gue jdi homesick sekaligus sedih rek. mengapa demikian? di balik keindahan dan kenaturalan pulau kangean ternyata ada sisi lain yang begitu menyedihkan. kita liat saja hutan yang ada di pulau kita tercinta” kangean” semuax hampir habis. ni yang bkin gue prihatin banget. kesadaran masyarakt kita masih terlalu minim akn pentingx hutan bagi kehiduapan. makanya konco2 sedoyo monggo d pikirkan tu pulau kangean bagaimana ke depannya nnti. lo soal sejarah kangean kayaknya mirip sih dengan apa yang di sampaikan dosen unej dulu. jd gue ga tellu bnyak comment lah thank you
bgi yang doyan paesna bu’bu’dtang ja ke rumah gue di sawah sumur. persediaaan terbatas hahahahahahahahahahahahahahh
[...] Kangean [...]
kronik historis yg dipaparkan membuat pola pikir saya dangkal
Izinkan saya menyumbang sedikit tentang sejarah kepulauan Kangean. Kebetulan, kami dkk. pernah mengunjungi kepulauan Kangean, khususnya Arjasa dan Sapeken, dalam rangka sebuah program penelitian (2002-2004). Saya seorang dosen linguistik dan sastra di Universitas La Rochelle (Prancis), dan belakangan ini saya sempat bedah buku sedikit tentang sejarah Kangean. Sayangnya keterangan yang saya peroleh sedikit sekali. Semoga menarik juga bagi penduduk dan pencinta kepulauan Kangean.
Raja Sumenep yang pertama (?), Arya Wiraja naik tahta tahun 1269. Hanya itu yang bisa dipastikan. Menurut tradisi lisan, beliau ikut melawan penjajah dari Cina. Pada Januari 1293, Kubilai Khan memang mengerakkan ekspedisi bersenjata melawan pulau Jawa, dengan sekitar 30.000 prajurit Mongol. Penguasa Jawa berhasil mengusir mereka dari pulau Jawa pada bulan April 1293. Konon, meskipun orang Mongol itu gagal menguasai Jawa, mereka membawa pulang harta yang mereka sikat. Banyak juga prajurit Mongol yang membelot dan tinggal di Jawa, dan sudah lama membaur dengan pribumi.
Konon, nama desa Arjasa berasal dari nama raja Arya Wiraja, seperti sudah dipaparkan oleh beberapa anggota kangean.wordpress.com. Perubahan fonematik dari kata « Aryawiraja » yang menjadi « Arjasa » memang kurang jelas. Dugaan saya, berasal dari bahasa sanskrita ‘Rajasa’ yang memang tampil sebagai kata dasar nama berbagai Raja, dalam cerita Nagarakertagama dan Pararaton. Antara lain : Rajasanagara, Rajasawardhana dan Wijayarajasa. Mungkin saja dahulukala raja Sumenep itu disebut juga « Arya Wirajasa », sehingga dipersingkat menjadi « Rajasa » (yang memang berarti “Sang Raja”), lantas kata itu mengalami metatesis (perubahan tempat fonem) jadi Arjasa. Atau dari « Arya(wira)jasa » menjadai « Aryajasa » kemudian « Arjasa ». Ini hanya dugaan saya.
kangean memang pulau tercinta qt… iya krna dsanalah kita lahir…. seperti kata pepatah yang serimg kita dengar…. seindah indahnya kota orang tp tetap tanah kelahiranlah yang paling indah….
hanya melihat dari banyak realita saja orang kangean memang sangat tanggap dalam hal perkembangan, mereka mengikuti jalannya moderenisasi dunia. tp mereka hanya kenal asal gaul saja,asal ngtren, tanpa memikirkan nasib bumi kangean yang smakin terkikis dengan budaya yang di anggap baik menghapus sedikit demi sedikit budaya asli yang ad kangean,,,,,, dan itu terus terjadi untuk generasi yang selanjutnya….. bahkan mereka mungkin tidak mengetahui budaya di kangean kalo ada wawancara untuk orang kangean tentang budayanya,
tidakkah kalian sadar bagaimnan keadaan kangeang yang sering kalian bangga banggakan tanpa ada tindakan dri penghuninya untuk merubahnya lebih baik lagi……..
80 % anak kangean adlah orang yang menjunjung tinggi pendidikan, mereka peduli dengan pendidikan tp kebanyakan dari mereka bercita2 menjadi org sukses dan ketika sukses mereka akn lupakan dan tinggalkan tanah kelahirannya untuk mengabdi di kota orang dan memajukannya ……
terus bagaimna dengan nasib kanggean ….? apkah akan terus menjadi pulau yang terpencil tnpa ada idntitas untuk di banggakan….!
pulau qu tecinta..
KAMMALA ORENG KANGEAN REA TEDUNG KABBHILA KAWAN
iya mengan…..
ternyata marea yee pengan sejarahna ,q buro tao je marea ,hebat pengan yee
Apala kaber oreng kangean
Mon di kangean serba gratis…makan gratis,mandi gratis,,,semua gratis,,
tidak haram mon katemmo ka tolesan KENCING 500,MANDI 1000..
hal seperti itu tidak mungkin bisa di jumpai di daerah kangean baik di ke pulauan atau di desa terpencil..
ea mareala kangean, lakar sosialna enna se epakaade’e.
ternyata banyak juga temen2 kangean yang punya blog…..berrti bs sekalian tukarin link di http://blog.umy.ac.id/zaki
hem.. kangean, kangean… emh, emh. searla ka kangean..
PULAU KANGEAN
Pulau lain yang perlu disebut ialah pulau Kangean pulau ini juga sudah terkenal sejak Zaman Majapahit. Empu Prapanca dalam kitabnya Negara Kertagama menulis sebagai berikut :
Syair 15 ( 2 )
Kunang tekang nusa Madura tanami Iwir parapuri
Ir denya tunggal mwang Yawadharani rakwekana
Dengu ……………………….
Syair 14 ( 5 )
Ingkang sakanusa Makasar butun Bangawi
Kuning Ggaliyao mwang ing Salaya Sumba Solot
Muar ……………………………
Jadi Pulau Kangean pada Zaman Majapahit disebut Galiyao. Di pulau itu pada saat itu sudah ditempatkan seorang Adipati, semula tempat tersebit adalah pembuangan bagi orang orang yang mendapt hukuman berat dari Raja. Tetapi kerena tanahnya subur (sawah, ladang) dan banyaknya penghasilan yang didapat dari lautan (ikan) beserta hasil hutannya maka lambat laun pulau itu menjadi pusat perdagangan serta banyak orang dari Sumenep dan dari daerah lain yang menetap di Kangean.
Aduh..crtx kangean mantap penganan..
..jd pgn plg nich. Sear ka kangean
M3a kbrna kanca2 sawas…
.sear..dh lama ni d kaltim..m3a masjdna kolla mare la d bangun.
Marala kakangean hapa terro kakanan khas kangean diantranya kamboya,lemmengz,gogos, dll
Ada pemberitaan yg sedikit tidak mengenakkan….Lokalisasi Dolly akan segera di pindahkan ke pulau Kangean……………